Pengalaman Mendaki Gunung Ciremai via Sadarehe

Gunung Ciremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 mdpl. Ada beberapa jalur yang untuk mendaki gunung ini. Kali ini aku ingin menceritakan bagaimana pengalaman mendaki Gunung Ciremai via Trisakti Sadarahe.

14 Februari 2026 : Saya berangkat menuju basecamp dari Kota Bandung pada pukul 17:00 WIB dan tiba di Basecamp Trisakti Sadarehe pada pukul 22:00 WIB. Setibanya di basecamp saya sudah melihat banyaknya pendaki yang entah itu menunggu besok untuk naik atau baru turun dan tiba di basecamp pada malam hari sehingga memerlukan 1 malam lagi sebelum pulang ke daerahnya masing-masing. Saya memutuskan untuk beristirahat, makan malam dll di sebuah homestay dengan per malamnya Rp15.000. Fasilitas homestay tersebut tidak banyak hanya bantal dan toilet saja. Kami tidur di ruang cukup luas beralaskan karpet. 

15 Februari 2026 : Saya dan tim saya mempersiapkan untuk pendakian. Dimulai dari mengecek ulang logistik dan lain-lain serta mengurus simaksi sebesar Rp150.000/orang. Sebelumnya kami juga sudah booking sebesar Rp50.000 dengan mengisi google form Daftar Pendakian Online Gunung Ciremai jadi kalau ditotal semunya hanya untuk simaksi adalah Rp200.000. 

Biaya Rp200.000 semuanya sudah include cek kesehatan, angkutan dari Basecamp menuju Pintu Rimba. 

Setelah semuanya sudah diselesaikan dan kami sudah siap. Maka selanjutnya menaiki angkutan dari Basecamp menuju Pintu Rimba. Kalau jalan kaki lumayan memakan waktu 3 jam perjalanan, sementara kalau menggunakan angkutan perjalanan jadi 1 jam saja. Lumayan menghemat tenaga sebelum pendakian yang sebenarnya.

----
Perjalanan dari Basecamp menuju Pintu Rimba dengan menggunakan truk ini saya rasa menjadi sebuah pengalaman yang menarik banget karena kita bisa melihat pemandangan dengan guncangan yang wah! berasa simulasi gempa bumi deh.

Sepanjang perjalanan kadang jalan mulus, tapi lebih banyak rusaknya sih jadi itulah mengapa di sini berasa sedang simulasi gempa. Tapi pemandangannya OK sih.

---

09:59 saya tiba di Pintu Rimba. Di sini saya foto bareng dulu dengan tim saya sebelum pendakian. Jangan lupa berdoa dulu ya... karena pendakian dengan jalur ini cukup panjang dan jalurnya juga lumayan menguras tenaga. Semoga naik bareng turun bareng dan diberikan keselamatan di sepanjang pendakian Aamiin!

---

11:00 saya tiba di Pos 1 Lawang Gede (Elevasi 1525). Perlu waktu 1 jam pendakian dari Pintu Rimba ke Pos 1. Ini sudah termasuk berhenti-berhenti. Dari Pintu Rimba ke Pos 1 hutan sudah mulai agak tertutup.

---

11:56 Tiba di Pos 2 Tegal Jamuju (Elevasi 1712 mdpl). Area pos lumayan luas tapi dipenuh akar-akar pohon. Di sini juga kalian bisa istirahat setelah kurang lebih 1 jam pendakian dari Pos 1 ke Pos 2.

---

13:13 Tiba di Pos 3 Kayu Manis (Elevasi 1922 mdpl) . Masih kurang lebih 1 jam dari Pos 2 ke Pos 3. Hutan sudah rapat. Di pos 3 ini kalian bisa beristirahat lebih tenang karena terdapat shelter. Kebetulan waktu saya mendaki hari itu hujan yang cukup deras sehingga pendakian terhenti sejenak untuk meneduh. Sebenarnya dari awal Basecamp sudah mulai mendung, entahlah nanti di puncak bagaimana jadinya.

---

14:55 Tiba di Pos 4 Pengorbanan Cinta (Elevasi 2025 mdpl). Saya ga berhenti lama di sini karena hari sudah semakin sore juga jadi saya lanjut pendakian. Jalur pendakian dari Pos 4 ke Pos 5 ini harus hati-hati karena kiri dan kanan adalah jurang. Jadi pastikan langkah kaki dan keseimbangan kalian tetap terjaga dan untungnya jalurnya cukup landai.

---

15:47 Tiba di Pos 5 Buyut Ketug (Elevasi 2217 mdpl). Di sini juga saya ga berhenti lama, dan cenderung langsung menuju Pos 6 karena supaya bisa membangun tenda sebelum teman-teman yang lain tiba di lokasi camp.

---

16:08 Tiba di Pos 6 Sumber Hirup (Elevasi 2311 mdpl). Akhirnya tiba di Pos 6 di sini saya dan tim saya akan bermalam karena hari juga sudah sore dan cuaca tidak memungkinkan untuk lanjut ke pos berikutnya, karena awalnya kami mau camp di Pos 8 tapi karena cuaca dan di Pos 8 itu cukup terbuka jadi pilihan terbaik dan masuk akal adalah di Pos 6. Mari kita makan! Hehe isi perut dan tenaga lagi sebelum SUMMIT ATTACK.

---

03:00 Tibalah saya dan tim untuk summit attack. Cuaca mendung dan tidak ada tanda-tanda cerah. 1 teman saya juga memutuskan untuk stay di camp karena cuaca dan dia juga sedang pilek. Saya juga sebelum summit perut rasanya mual banget! Karena saya punya sakit maag jadi persediaan obat seperti antasida itu harus selalu dibawa kemana saja.

Perjalanan dimulai, seperti biasa suasana hutan yang gelap membuat mental dan stamina lebih terkuras. Tapi aku tetap semangat walaupun dari jalur dari Pos 6 ke Pos 7 daril landai menjadi terjal. Jadi waspada dengan langkah kaki.

Kalau kemarau mungkin jalur ini lumayan berdebu, tapi karena hujan jadi lembap. 

---

03:59 Tiba di Pos 7 Tanjakan Cita-Cita (Elevasi 2554 mdpl) hehe lucu namanya. Sesuai dengan cita-citaku hehehe. Di sini kerapatan jalur mulai terbuka sehingga saya bisa melihat sekilas city light dari atas sini walaupun hanya beberapa menit, sisanya kembali tertutup awan. Kayanya bagus banget kalau cuaca cerah.

---

04:44 Tiba di Pos 8 Kawah Burung (Elevasi  2670 mdpl) di sinilah kemarin rencana mau camp karena tempatnya indah banget dan terbuka. Tapi karena musim hujan juga dan angin bertiup kencang jadi riskan sekali. Jujur kalau cerah di sini eksotik banget karena sabananya luas.

---

05:18 Lanjut ke pendakian Summit. Cuaca semakin tidak bagus karena kabut tebal dan udara yang dingin. Sebenarnya entah kenapa saya lanjut padahal udah tau kalau  di atas bakal tertutup awan.

---

05:41 langit mulai terang tapi kabut tidak kunjung mereda. Saya sudah berada di hutan edelweiss. Keren banget di sini! Lebih banyak tanaman edelweiss yang saya lihat dibanding di Gunung Papandayan dan Gunung Agung kemarin. Tapi sayangnya bukan musim bunga mekar. 

Jalur saat summit Ciremai via Sadarehe ini emang keren sih, tapi jalurnya tidak cocok untuk pemula karena penuh dengan tanjakan dari awal Pintu Rimba sampai tiba di puncak. 

Jalur di akhir mendekati puncak semakin terjal bahkan berpasir yang membuat  jalan semakin sulit dan membutuhkan tenaga lebih banyak, udah itu udara dingin dan embun yang menempel pada badan membuat semakin dingin. Di sini konsentrasi dan pemilihan langkah harus dilakukan saksama karena kalau tidak rawan terpeleset. Untungnya ada tali tambang yang membantu pendakian summit di sana jadi lebih mudah.

---

07:30 akhirnya saya tiba di Puncak Ciremai dengan ketinggian 3078 mdpl. Sayang sekali saya tidak bisa menikmati apa-apa di atas karena awan yang sangat tebal dan tidak bisa berlama-lama di atas sini karena angin kencang dan suhu udara yang dingin membuat jari tangan seperti terasa membeku atau frostbite. Jadi hanya 2 menit saja di atas puncak menunggu teman yang lain dan memutuskan turun ke Pos 6.

---

Selama turun saya rasa kaki belum terasa apa-apa dari puncak ke pos 6 justru lebih enak daripada waktu ke Gunung Agung kemarin. Hmm tapi salah saya juga sih kenapa tektok Gunung Agung sudah gitu persiapan fisiknya kurang lagi alhasil banyak berhenti, tapi Ciremai ini Alhamdulillah karena belajar dari Agung saya bisa lebih kuat.

Eh!

08:21 Aku bisa lihat LAUTAN AWAN! walaupun cuma 10 detik. Alhamdulillah !! bisa lihat sedikit keindahan puncak Ciremai sedikit, walaupun bukan di atas puncaknya. Tapi it's okay.

---

Pengalaman Turun Gunung! Wah kali ini saya bisa lebih enak turun gunung, biasanya parah banget kalau turun bisa berhenti banyak banget. 

Pukul 14:00 (udah kesorean banget) turun dari Pos 6 sampai ditegur ranger. Soalnya waktu mau membereskan tenda lain saat itu hujan turun. Tapi mau bagaimana lagi kondisi apapun harus tetap dilalui karena kalau turun kesorean bisa berbahaya. Dan agak menyeramkan juga sih kalau harus gelap gelapan lagi karena takutnya senter tidak kuat sampai Pintu Rimba.

---

17:00 Saya dan teman tiba di Pintu Rimba. 3 orang lain di belakang saya, dan di belakang ada 2 orang. 1 orang di belakang mengalami kelelahan fisik untungnya tidak terjadi apa-apa dan untungnya di belakang ada ranger jadi bisa dibantu bawakan carriernya. Tapi hal seperti ini tidak diharapkan terjadi karena jika terjadi apa-apa maka akan sangat merepotkan dan mengancam keselamatan.

---

18:00 Semua sudah berkumpul dan kami siap untuk kembali ke Basecamp menggunakan angkutan truk lagi. Alhamdulillah.

Posting Komentar

0 Komentar