![]() |
| Sumber: Fariz |
Hari Minggu, 10 Agustus, saya berkesempatan mengunjungi Stasiun Cisomang yang terletak di Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Jawa Barat. Stasiun ini pernah aktif melayani perjalanan kereta api tujuan Cibatu-Purwakarta, namun sejak tahun 2015 dinonaktifkan seiring dengan pengoperasian jalur ganda (double track) lintas Purwakarta-Cikadongdong.
Stasiun Cisomang dulunya menjadi salah satu titik penting di jalur kereta api lintas selatan Jawa Barat. Namun, modernisasi jalur dan pengalihan fungsi operasional membuat stasiun ini kini menjadi bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia. Meski tidak lagi beroperasi, bangunannya masih berdiri sebagai saksi bisu perkembangan transportasi rel di Indonesia.
Tidak jauh dari lokasi stasiun, terdapat Jembatan Cisomang baru, yang kini menjadi jalur utama kereta api. Jembatan ini dibangun untuk mendukung jalur ganda dan memiliki konstruksi modern yang kokoh. Selain itu, ada pula Jembatan Cisomang lama, peninggalan era kolonial Belanda. Jembatan ini memiliki nilai sejarah tinggi karena merupakan bagian dari jalur kereta api yang dibangun di masa Hindia Belanda, lengkap dengan arsitektur khas zaman kolonial.
Ketika saya naik kereta api dan melintas di atas jembatan Cisomang, yang menjadi daya tarik utama di sini adalah Jembatan Cisomang lama, yang dibangun pada era kolonial Belanda. Jembata ini memiliki konstruksi baja dengan tiang penyangga tinggi yang membentang di atas lembah Sungai Cisomang. Arsitekturnya khas jembatan rel awal abad ke-20, walaupun sudah sangat lama tapi masih terlihat kokoh hingga saat ini. Ini mencerminkan bahwa teknologi sipil pada masa itu sudah canggih. Meskipun sudah tidak digunakan untuk jalur aktif, keberadaannya tetap menjadi saksi bisu perjalanan panjang transportasi kereta api di Indonesia.
Dari lokasi ini, pengunjung dapat melihat pemandangan perbukitan hijau yang indah. Saat kereta melintas di jembatan baru, suara deru roda besi dan pemandangan lembah di bawahnya menciptakan suasana yang unik. Bagi penggemar fotografi, tempat ini cocok untuk mengabadikan momen kereta api saat melintas.
Perjalanan Menuju Lokasi
Dari kota Cimahi, saya waktu berangkat pukul 13:00 menggunakan sepeda motor. Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5-2 jam melalui jalur Padalarang-Purwakarta. Setelah memasuki wilayah Darangdang, jalan mulai menanjak sedikit dengan pemandanga kebun dan perbukitan hijau di sisi kiri dan kanan. Akses dari jalan utama menuju ke lokasi sangat jauh, dulu warga sekitar menggunakan angkot untuk bisa akses ke stasiun. Sesampainya di Desa Depok, papan penunjuk jalan kecil mengarah ke lokasi Stasiun Cisomang. Sesampainya, wilayah stasiun yang dulunya ramai sekarang sangatlah sepi.
Nilai Historis
Bekas Stasiun Cisomang dan kedua jembatan ini punya potensi besar sebagai wisata edukasi dan sejarah. Banyak railfans dan fotografer datang ke sini untuk mengabadikan momen kereta api melintas di atas jembatan dengan latar perbukitan atau bahkan jembatan itu sendiri.



0 Komentar