| On Top Gunung Kerenceng |
Tanggal 2 Agustus 2025, saya mendapatkan kesempatan untuk mendaki salah satu gunung yang berada di sekitaran Bandung, yaitu Gunung Kerenceng. Gunung ini memiliki ketinggian 1.742 meter di atas permukaan laut (MDPL) dan terkenal sebagai destinasi yang cocok untuk pendakian singkat (tektok) karena jalurnya relatif ringan.
Gunung Kerenceng terletak di perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, dengan akses yang lebih dekat dari Cicalengka. Jalur pendakian yang saya pilih adalah via Baruimun-Hill, yang berada di kawasan pertanian warga setempat. Suasana di jalur ini terasa sejuk karena dikelilingi pepohonan dan kebun.
Karena gunung ini bisa didaki secara tektok, saya tidak membawa peralatan camping yang berat. Berikut perlengkapan yang saya bawa
Tas daypack 20 liter
Air minum 1,5 liter
Makanan ringan
Jas hujan
Jaket windbreaker
Sepatu trekking
Bawa juga tracking pole jika tidak terbiasa menanjak, karena beberapa bagian jalur cukup licin dan terjal.
Saya memulai perjalanan dari Kota Cimahi pada pukul 06:00 pagi menggunakan sepeda motor. Rute yang saya tempuh melewati Cibiru-Rancaekek lalu melanjutkan ke arah Cicalengka. Waktu tempuh hingga Basecamp Baruimun-Hill sekitar 2 jam.
Di basecamp, saya membayar retribusi sebesar Rp10.000 per orang dan biaya parkir motor Rp5.000. Basecamp ini cukup nyaman, ada warung kecil untuk pendaki.
Pendakian dimulai pukul 08:30 pagi. Jalur awal berupa jalan tanah yang melewati kebun warga, kemudian masuk ke area hutan dengan pepohonan rindang.
Pos 1 – Pos 2: Medan menanjak ringan dengan area perkebunan warga. Cocok untuk pemanasan kaki.
Pos 2 – Pos 3: Kemiringan mulai bertambah dengan vegetasi yang tidak terlalur padat.
| Jalur Pendakian Gunung Kerenceng |
Pos 3 - Pos 4: Beberapa jalur ada yang sempit dan mulai menanjak melalui Tanjakan Baeud.
Pos 4 – Puncak: Jalur terbuka dengan pemandangan gunung-gunung di sekitarnya.
Total waktu tempuh hingga puncak sekitar 1,5 s/d 2 jam dengan kecepatan santai.
Sesampainya di puncak, kita akan disuguhi panorama Gunung Manglayang, Gunung Geulis, dan area persawahan di Sumedang. Jika cuaca cerah, sebagian puncak Gunung Ciremai juga terlihat di kejauhan.
Saya beristirahat di puncak sekitar 30 menit sambil menikmati pemandangan karena puncaknya sempit jadi tidak bisa berlama-lama di sini, apalagi jika kondisi sedang ramai oleh pendaki lain.
Perjalanan turun memakan waktu lebih singkat, sekitar 1 jam. Karena jalurnya tidak begitu curam jadi masih ramah untuk turun gunung dengan santai. Akan tetapi di Tanjakan Baeud saya rasa kalau habis hujan di sini jalurnya bisa sangat licin.
-
Berangkat pagi agar cuaca lebih bersahabat.
-
Gunakan sepatu trekking untuk menghindari terpeleset.
-
Bawa cukup air karena tidak ada sumber mata air di jalur pendakian.
-
Cek prakiraan cuaca sebelum berangkat.
Gunung Kerenceng adalah pilihan tepat bagi pendaki pemula atau yang ingin sekadar olahraga di alam bebas tanpa menginap. Jalurnya tidak terlalu berat, waktu tempuh singkat, dan pemandangan memuaskan. Saya pribadi merekomendasikan jalur via Baruimun-Hill untuk pengalaman mendaki yang santai namun tetap menyenangkan.
Informasi lagi, kalau Gunung Kerenceng ini terhubung dengan Gunung Kareumbi via jalur naga. Akan tetapi jalurnya ekstrim sehingga harus melintas dengan fokus yang tinggi dan kewaspadaan yang tinggi.

0 Komentar